Inilah Fakta Ashin Wirathu, Biksu Buddha yang Menjadi Penggerak Genosida Etnis Rohingya
Belum ada titik
terang tentang penindasan yang di alami etnis Rohingya. Ratusan bahkan ribuan
mayat terus berguguran akibat isu diskriminasi antar entis ini. Siapakah dalang
dari semua ini? Mari kita sama-sama membaca.
Media-media asing
menyebutkan bahwa Ashin Wirathu lah orangnya. Ashin merupakan seorang penggerak
umat Buddha untuk menyerang etnis Rohingya. Mari kita ulas siapa biksu ashin
sebenarnya.
1. Majalah TIME menjulukinya “The Face of Buddhist Terror”
Ashin Wirathu
sebagai salah satu tokoh paling kontroversial di dunia menurut majalah TIME.
Wirathu dianggap sebagai seorang provokator yang membenci kaum muslim dan
khawatir akan perkembangan agama samawi di Myanmar.
2. Menganggap muslim Myanmar sebagai sebuah ancaman serius bagi umat Buddha
Kelompok gerakan
969 sering menyebar rumor akan aksi biadabnya kaum muslim. Atas perilakunya
yang merugikan, Ashin Wirathu diberi julukan sebagai “Buddhist Bin Laden” oleh
kalangan media. Bahkan, TIME menjulukinya sebagai “The Face of Buddhist
Terror”.
Wirathu menyebarkan bahwa kini umat Buddha
sedang dalam bahaya. Dikutip dari laman The Economist, Wirathu pernah
mengatakan bahwa beberapa abad ke belakang, Indonesia merupakan sebuah negara
Hindu dan Buddha sebelum jatuh ke tangan orang Islam. Wirathu menilai
Myanmar kini sedang bertarung lawan Jihadis.
3. Pernah terlibat dalam gerakan nasionalis anti-muslim 696
Kelompok SKUAD 969 dibentuk demi melancarkan serangan pada kaum muslim, termasuk pula benda-benda kepemilikannya. Kelompok tersebut mengacu pada sembilan atribut Buddha, enam ajaran fundamental, dan sebanyak sembilan perintah monastik yang berkaitan dengan unsur spiritual demi mencapai nirwana.Tugas mereka salah satunya adalah untuk menghancurkan kekuatan asing yang ingin menghilangkan Buddhisme dan kekuatan asing yang dimaksud adalah Islam. SKUAD 969 juga bergerak aktif menyerukan warga Buddha untuk melakukan aktivitas jual beli hanya dengan sesama saudara seiman. Parahnya lagi, mereka juga kerap menandai tiap toko milik Buddha dengan penanda tertentu. Dalihnya, mereka ingin melindungi budaya dan identitas Kota Burma yang sangat identik dengan Buddha.
4. Penggagas Ma Ba Tha, sebuah organisasi ekstrimis Buddha Myanmar
5. Gembira saat mendapatkan kabar kematian pengacara dan aktivis muslim, Ko Ni
Ko Ni, seorang pengacara dan aktivis HAM yang giat membantu etnis Rohingya belum lama ini ditembak mati di Bandara Internasional Yangon. Kesedihan menimpa banyak pemuka agama Buddha pada saat pemakaman Ko Ni. Terkecuali Wirathu yang justu bersuka cita mendengar kabar kematian Ko Ni. Wirathu malah berterima kasih kepada sang pembunuh.
6. Menganggap dirinya sama dengan Donald Trump
image
Dijauhi oleh pemerintah Myanmar, Wirathu merasa memiliki persamaan pandangan mengenai Islam dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kampanye yang dilakukan oleh Trump dahulu kala banyak menggunakan retorika anti-muslim dan melarang kaun muslim memasuki negara serta meningkatkan pengawasan terhadap masjid-masjid. Atas dasar kesamaannya itu, Wirathu memiliki gagasan untuk bekerja sama dengan kelompok nasionalis di AS.
SUMBER : https://m.caping.co.id/






No comments:
Post a Comment